• Home
  • /
  • Toddler
  • /
  • Cara Mudah Membacakan Buku Untuk Anak (Bagian 1 : Usia 0-12 bulan)
embacakan buku untuk anak

Cara Mudah Membacakan Buku Untuk Anak (Bagian 1 : Usia 0-12 bulan)

Children are made readers on the laps of their parents
― Emilie Buchwald

Siapa di sini yang sudah menumpuk koleksi buku bayi semenjak bayi masih di dalam perut? Aku, aku! Salah satu parenting goalsku adalah membuat Nyala menyukai buku dan kegiatan membaca, jadi sebelum Nyala lahir aku sudah sibuk berburu buku-buku sederhana yang sekiranya bisa dibacakan sejak dini.

Seingatku, Nyala kubacakan buku sejak usia dua bulan. Saat itu seringnya menggunakan soft books kain yang berwarna kontras dan jika diremas mengeluarkan bunyi gemerisik plastik. Di setiap waktu senggang, selain cuddling sama bayi lucu, aku pasti membacakannya buku.

Membacakan buku atau bercerita pada bayi kecil sama sekali bukan tentang membuat bayi mengerti apa yang kita bacakan. Sudah banyak sekali tulisan yang membahas pentingnya membaca atau bercerita kepada bayi sejak dini, salah satunya artikel ini 

Tapi, bagaimana, sih, sebenarnya cara membacakan buku untuk bayi? nggak ada yang serius soal teknik membacanya, yang serius hanya komitmennya, hehe. Berikut aku kasih sedikit contekan cara membacakan buku untuk anak usia 0-12 bulan.

Cara Mudah Membacakan Buku Untuk Anak (Usia 0-12 bulan)

embacakan buku untuk anak

1. Usia 2-6 bulan

Sebulan pertama setelah kelahiran, kita kayaknya akan  banyak beradaptasi menjadi ibu, ya! Alih-alih membacakan buku, mungkin lebih banyak tidur-tiduran di waktu senggang,  hehe. Jangan paksakan diri sendiri. Frase ‘sedini mungkin’ itu bisa dimulai sejak bayi sudah 2 atau 3 bulan usianya. Di waktu luang, saat selesai menyusui atau waktu bermain, selipkan kegiatan membaca atau bercerita pada bayi. Jika punya soft books atau board books dengan gambar yang kontras,  bacakan saja gambar-gambar yang ada di halaman buku.  Tunjuk gambar, remas buku, jelaskan seintuitif mungkin apa saja yang ada di dalam buku. Tidak usah terlalu khawatir dengan konten cerita. Bisa juga dibacakan majalah kesukaan kita, diselingi lagu-lagu pendek. Dalam rentang usia ini, kegiatan membaca akan memperkuat bonding. Anak akan belajar banyak tentang intonasi & rima suara orang tua, dan lama-lama akan membuatnya terbiasa.

Rekomendasi buku : aneka soft books yang mudah ditemui di toko bayi, board books bergambar kontras. Beberapa buku yang aku bacakan untuk Nyala adalah buku Halo Balita yang berjudul Lampu Kunang-kunang, buku terbitan Disney Press berjudul Away We Go & I Love You, puppet book berjudul Chloe the Chick

Tips : get creative! bikin lagu pendek sendiri tentang buku yang dibacakan, tentu dengan irama yang mudah diingat.

Lagu yang selalu kunyanyikan saat membaca Lampu Kunang-kunang :

Kunang-kunang itu

binatang kenang-kenang

selalu bersinaran

di gelap langit malam

2. Usia 6-12 bulan

Menurut Cosby Rogers, PhD, seorang profesor di Virginia Polytechnic Institute, dalam setengah tahun menuju usia satu tahun, anak mulai dapat menangkap kata-kata yang dibacakan untuk mereka. Kata-kata yang mereka tangkap dan berkesan biasanya kata-kata yang berasal dari benda sekitar dan kehidupan sehari-hari. Ini juga masa-masa yang baik untuk terus melatih attention span anak. Jika anak sudah tenang dan memberi perhatian penuh saat kita membacakan buku, nah, itu dia, good job, lanjutkan membaca! make it part of your routine. Anak akan menunjukkan ketertarikan akan buku. Ia akan mencoba membolak-balik halaman buku, menggigit, menyobek… harus legowo, ya, kalau pop-up books yang kita belikan rusak karena ditarik-tarik, hehe. Kita bisa mulai untuk menyebutkan judul buku saat membaca. Lalu, menunjuk dengan jari hal-hal di halaman buku yang mudah terlihat oleh anak. Misalnya “Nyala, ini namanya monyet. Monyet ada suaranya, lhoo..”, lalu lanjutkan dengan menirukan suara monyet. Nantinya, ia bisa meniru jika ditanya bagaimana suara monyet.

Dalam rentang usia ini, anak tertarik dengan buku model pop-up, lift the flap, atau touch and feel. Buku-buku dengan model seperti itu bisa dibilang cukup interaktif dan intuitif. Anak akan senang sekali mendapat kejutan di balik halaman buku. Melalui buku touch and feel, kita juga mulai bisa mengajari anak tentang berbagai macam tekstur.

Rekomendasi buku : buku dengan konsep pop-up, lift the flap, dan touch and feel. Beberapa buku yang dibaca Nyala adalah buku touch and feel/lift the flap terbitan Usborne, Baby Touch terbitan Lady Bird, 100 First Words karya Roger Priddy, serta buku terbitan Rabbit Hole.

Tips :

  • Saat membaca, misalnya, buku 100 First Words yang berisikan gambar benda-benda di sekitar, kita bisa menjelaskan dan mencocokan benda di dalam buku dengan benda asli yang dipakai oleh anak.
  • Kegiatan membaca sudah bisa dijadikan rutinitas, misal sebelum tidur siang dan sebelum tidur malam

further reading :

http://raisingchildren.net.au

 

 

I blog, therefore I am

Leave a Reply