• Home
  • /
  • On Being Me
  • /
  • Ngobrol Bareng AGNI: Bahan Pangan Sehat Bukan Barang Mewah
ngobrol bareng AGNI agroekologi beras organik beras hitam beras merah pertanian organik

Ngobrol Bareng AGNI: Bahan Pangan Sehat Bukan Barang Mewah

Walau belum sempurna, aku berusaha mengganti bahan-bahan makanan di rumah dengan versi yang lebih sehat. Misalnya, mengganti minyak goreng dengan minyak goreng kelapa, garam diganti dengan garam laut, mencuci buah dengan cuka apel lokal serta mencoba makan beras hitam atau beras merah organik . Nah, saat sedang menimbang-nimbang harga beras hitam dan beras merah organik, aku beririsan dengan seorang kawan baik, Reka. Reka bersama suaminya Mas Syam, sekarang mengurus persawahan yang menghasilkan beras – yang menurut Mas Syam, beyond organic.

AGNI adalah kependekan dari Agroekologi Indonesia. Agroekologi merupakan konsep dan praktik bertani yang memadukan semua pengetahuan ekologi (termasuk ilmu sosial) ke dalam lahan pertanian. Melalui agroekologi, aspek ekologi dan sosial dalam produksi pangan dan pertanian jadi ikut terangkul.

Sederhananya, tidak cuma ‘berkerja sama degan adil’ yang membuat petani jadi lebih berdaya, tetapi lingkungan dan alam pun mendapat keuntungan dari praktik bertani ini. Jadi konsep ‘bertani secara organis’ yang diusung oleh AGNI tidak menyempit artinya menjadi sekadar pertanian bebas bahan kimia sintetis.

Produksi utama beras AGNI saat ini dihasilkan bersama petani yang ada di kebun Cijapun, pedalaman kabupaten Sukabumi. Lokasi tepatnya ada di Kampung Nyomplong, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, bagian Selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Tadinya, kebun Cijapun dan pertanian di sekitarnya adalah lahan kritis dengan tingkat kesuburuan tanah rendah. Luas lahan kritis yang secara langsung dipulihkan (dan sedang masa pemulihan) oleh pengelola kebun Cijapun kurang lebih mencapai 30 hektar. Area kebun terbagi menjadi beberapa zona seperti sawah, kebun sayur dan buah, peternakan skala kecil, areal konservasi dan hutan dengan beragam tanaman. Dengan pendekatan agroekologi, keseburan alami tanah di sebagian lahan sudah berhasil dipulihkan.

Produk utama yang dihasilkan oleh AGNI adalah beras merah dan beras hitam yang varietas lokal daerah lain. Padi hitam yang dibudidayakan berasal dari varietas gunil, melikjawa dan cibeusi, sementara padi merah berasal dari varietas begot, cempo abang dan slegreng.

Selain beras, AGNI juga bekerja sama dengan warga setempat untuk membuat kripik pisang dan kripik singkong bebas MSG. Kripik bebas MSG yang diberi nama Kriat (Keripik Rakyat) ini juga digoreng dengan sedikit minyak, sehingga lebih sehat. Pas banget, nih, buat cemilan busui dan ibu-ibu yang doyan ngemil tapi banyak takutnya! Ada juga Pung-pung, tepung campuran beras merah dan hitam untuk bikin aneka kue dan MPASI anak.

Menurut AGNI, pangan sehat tidak boleh menjadi barang mewah. Tetapi, usaha para petani juga mesti diberi apresiasi lebih agar menyemangati mereka untuk terus-menerus memproduksi bahan pangan sehat. Harga produk yang dijual AGNI memang agak lebih tinggi dibanding harga bahan pangan yang diproduksi dengan metode konvensional. Namun, perbedaan harga itu akan merangsang petani lain untuk beralih dari praktik bertani sarat bahan kimia ke pertanian selaras alam. Ada kerja-kerja komunitas dalam praktik bertani selaras alam. Sebagian keuntungan AGNI dialokasikan untuk biaya pendampingan dan dukungan teknis kepada petani mitra AGNI.

image1-4

 

Kebun produksi AGNI di Cijapun menerima kunjungan konsumen untuk melihat proses produksi pangan sehat. Peminat pangan sehat dan agroekologi bisa membantu kegiatan bertani dan bertukar pengetahuan dengan masyarakat setempat.

Untuk berkunjung ke Kebun Cijapun, AGNI tidak menerapkan biaya khusus, terkecuali ada kebutuhan khusus tamu selama berkunjung, misalnya diet tertentu. Selama tidak berkeberatan dengan fasilitas yang ada, bersedia mengonsumsi hasil pertanian setempat, masak bersama dan meluangkan waktu untuk farmwork dan bertukar pengetahuan, Kebun Cijapun dengan senang hati dikunjungi.

 

I blog, therefore I am

Leave a Reply