• Home
  • /
  • Toddler
  • /
  • Yang Harus Diperhatikan Sebelum Anak Belajar Baca
keterampilan prabaca prereading skill

Yang Harus Diperhatikan Sebelum Anak Belajar Baca

Aku paling suka membacakan buku untuk Nyala, pernah juga kutulis dalam artikel ini. Dalam hematku, keterampilan membaca itu hal yang harus dipupuk. Kalau menurut the Literacy Bug, literacy is not something that just happens. One does not wake up literate. Nor does one become literate in the same way that one learns to walk.

Perjalanan membaca (atau bercerita) bersama Nyala dimulai dari sejak Nyala di dalam perut sampai sekarang. Usia dua bulan, Nyala mulai kuperkenalkan dengan buku. Saat itu masih dengan soft books yang bisa dicuci, digigit, diremas, mengeluarkan bunyi dan berwarna mencolok.

Banyak yang bertanya, memangnya bayi sudah ngerti dibacakan buku? Tentu saja belum. Tapi jangan lupa kalau menurut Maria Montessori anak itu seperti sponge yang menyerap segala hal yang ada di sekitar. Dengan memperkenalkan bayi pada buku sejak usia dini, akan lebih mudah membiasakan bayi dengan kegiatan membaca.

Bayi akan terbiasa dengan tekstur buku, gambar buku, kegiatan membalik halaman buku, dan yang paling penting, terbiasa dengan suara kita membacakan buku. Ini poin paling penting, karena dengan terbiasa mendengarkan suara kita bercerita, bayi akan belajar cara menyimak dan mendengarkan dengan tenang. Menurutku ini juga latihan untuk memperpanjang attention span anak yang masih pendek.

Anak usia 0 sampai 5 tahun disebut sebagai pre-readers. Dalam rentang usia ini, anak tidak benar-benar membaca alfabet seperti orang dewasa. Rentang usia ini digunakan untuk menyerap segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan membaca (keterampilan prabaca). Jika dibiasakan, akan mudah bagi anak untuk benar-benar membaca jika waktunya sudah tiba.

Ternyata, perkara mengembangkan keterampilan prabaca ini cukup panjang perjalanannya. Panjang, tapi tidak rumit, kok. Bisa dikembangkan dengan mudah sehari-hari melalui kegiatan membaca, bercerita, permainan, dan yang paling penting, interaksi responsif dari orang dewasa di sekitar. Apa saja, sih, keterampilan prabaca yang penting untuk dikembangkan?

6 Keterampilan Prabaca

keterampilan prabaca prereading skills

Buku-buku yang belum bisa dibaca tapi tetap dibacakan. Kubacakan A Christmas Carol juga!

1. Print Awareness (Kesadaran Akan Tulisan Cetak)

Kesadaran akan tulisan cetak adalah kesadaran bahwa tulisan itu mewakili bahasa lisan. Gampangnya, anak paham kalau segala tulisan yang tertulis bisa diucapkan. Kesadaran ini juga termasuk kemampuan anak memegang buku dengan cara yang benar; dari kanan ke kiri, membuka halaman satu per satu, dsb.

2.Print Motivation (Kegemaran Akan Bacaan)

Anak akan tertarik membaca buku dan lama kelamaan akan terdorong untuk belajar membaca. Anak nggak suka baca? Menurutku, penyebab anak usia pre-readers nggak tertarik sama buku adalah karena tidak dibiasakan oleh orang terdekatnya. Kalau orang tua/pengasuh tidak menjadikan buku sebagai ‘bagian dari kegiatan sehari-hari’ wajar, kan, kalau anak jadi tidak tertarik sama buku? Dalam hematku, kita nggak bisa berharap anak jadi suka baca kalau kita nggak membaca. Sebagai orang tua, kita harus membaca.  

3. Vocabulary (Kosa Kata)

Menurut penelitian yang dilakukan Dominic Massaro di University of California, anak yang dibacakan buku akan memiliki kosa kata lebih banyak, karena kata-kata dalam buku tidak terdapat dalam percakapan sehari-hari. Anak akan belajar tentang nama benda-benda, kejadian, emosi, kata sifat dan sebagainya.

4. Narrative Skills (Kemampuan Narasi)

Anak dapat bercerita tentang banyak hal dan kejadian, menggunakan bahasanya sendiri.

5. Phonological Awareness (Kesadaran Bunyi)

Kesadaran bunyi adalah kemampuan anak memahami bahwa kata tersusun dari satuan bunyi yang lebih kecil. Misalnya seperti santai kayak di pantai yang artinya berbeda, serta aneka manipulasi kata lainnya. Menurut penelitian, kemampuan ini akan hilang saat anak berusia enam tahun.

6. Letter Knowledge (Pengenalan Huruf)

Lebih jauh, anak akan mengenal perbedaan aneka huruf, huruf kecil maupun huruf besar.

Itulah keterampilan prabaca yang penting banget diasah untuk anak pre-readers. Sebelum kita ‘getol’ menyuruh anak belajar baca, ada baiknya untuk menstimulasi keterampilan prabaca dulu. Cara stimulasinya sederhana, kok. Akan aku tuliskan di artikel berikutnya, ya!

 

sumber : 

Reading Readiness: The Top 5 Skills

http://www2.westminsterlibrary.org/kids/6PRSSummary.pdf

https://edsource.org/wp-content/uploads/2015/06/massaroJLR1.pdf

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I blog, therefore I am

Leave a Reply