On Being Me

Resonation 2017 dan Pertanyaan-pertanyaan Tentang Diri

Pinterest LinkedIn Tumblr

“Hi, Sophia! My name is Kenya, and I’m working on… my self”, pick up line yang sudah aku siapkan saat mengantre untuk bertanya kepada Sophia Amoruso, the#GIRLBOSS her self, yang pagi itu duduk di atas stage Resonation 2017. Sayangnya hari itu aku nggak mendapat kesempatan bertanya kepada Sophia karena antrean mengular dan waktu terbatas. It’s okay, a #GIRLBOSS knows when to roll with reality, hehe. Lagipula sebenarnya pertanyaanku sudah sedikit dijawab di awal sesi.

Saat tahu Mbak Nina Moran dan Resonation 2017 akan menghadirkan Sophia Amoruso sebagai keynote speaker, aku langsung buru-buru beli tiket! Sophia Amoruso berperan cukup banyak dalam proses mengenali diri sendiri setelah menjadi seorang ibu. #GIRLBOSS, buku yang ditulisnya, sedikit banyak mengubah cara pandang dan sikap hidupku, in a good way.

Resonation & My Creative Life

Duniaku sempat gunjang-ganjing saat baru menjadi ibu. Aku berhenti dari pekerjaan yang amat kusukai.  Sulit rasanya bangun pagi dan menemukan fakta bahwa aku bukan lagi seorang jurnalis. (Literally not working as journo anymore, but journalism is in the blood!)

Dari citizen of the world aku berubah jadi citizen of my own house. Dari setiap hari bertemu orang baru, sehari-hari hanya bertatapan dengan Nyala yang sekarang sudah dua tahun. Aku resah, gimana caranya supaya bisa terus mengembangkan diri walau harus merawat bayi? Dua tahun tergila dalam hidup, karena setiap hari aku berjuang mendefinisikan ulang siapa diriku. Pekerjaan terberat abad ini.

Pasti di antara kalian ada yang bertanya-tanya, kan, apa sih yang aku kerjakan setelah menjadi ibu? *ge-er* Merawat anak di rumah? Menulis? Jualan ini itu? Jadi boss?

Jawabannya antara iya dan tidak, dan bisa jadi betul semua. Gimana tuh? Yang aku lakukan sebenarnya adalah mengembangkan diri dan membuka ruang-ruang baru untuk belajar. My life is a creative life!  Iya aku merawat anak, tapi aku tidak menjadikannya sebagai sebuah rutinitas membosankan karena aku menambahkan value dalam parenting. Parenting is a huge concept; bukan sekedar menemani anak bermain atau mengganti diapers. Aku menjadikan masa-masa menjadi ibu ini sebagai kesempatan belajar banyak hal.  Hey, I’m a parenting #GIRLBOSS!

Aku juga masih menulis, dan menulis membuka ruang eksplorasi diri tanpa batas. Aku jualan juga? Yes, aku jualan, in term of finding the right business plan/business model for my own business. Inilah mengapa aku bilang im working on my self, karena the best project  you will ever work on, is yourself!

Mengikuti Resonation 2017 seperti mendapatkan pengesahan bahwa aku bisa jadi apa saja yang aku mau dan nothing cant stop me from doing what I like! Serius, mendengarkan langsung para pembicara bercerita tentang diri mereka dan bagaimana mereka menghadapi hidup, membuatku semakin percaya diri menjadi diriku sendiri. Sesi yang paling terkenang dari Resonation 2017 adalah sesi Sophia Amoruso dan Mbak Nina Moran. Saat Mbak Nina Moran naik ke atas panggung, aku langsung tahu bahwa aku akan dapat kepingan kisah yang menginspirasi. Dan betul saja, menyimak kisah jatuh bangun Mbak Nina dan bagaimana ia menghadapi kenyataan, membuatku merenung-renungi ketakutanku selama ini. Kenapa mesti takut kalau memang kita diciptakan untuk gagal? Mbak Nina Moran juga bilang “Our life is a gift from God, what we do to our life is a gift to God” apa sih yang tidak disyukuri dari hidup yang ‘berlimpah’ ini? 🙂

Beberapa hari sebelum Resonation 2017, aku menemukan tulisan lamaku di sebuah notebook :

Menelusuri diri sendiri sama dengan membuka kado sebanyak satu lemari. Ada yang bungkusannya mudah dibuka, ada yang selotipnya terlalu banyak dan kadang-kadang kau perlu merobek-robek bungkusnya dengan sedikit sadis supaya kadonya bisa dibuka. Isi kadonya? A total surprise. You will never know if you don’t unwrap it. You will never know yourself if you don’t open it.

Your self is a gift itself, honey. Do not be afraid to unwrap it and find the surprises inside. Menerima hal-hal baru untuk setiap sektor di dalam dirimu tidak selamanya sulit. Tidak semua kado sulit dibuka. Tetapi, tidak semua kado juga mudah dibuka.

Tulisan ini bertanggal 26 Juni 2012, satu hari setelah ulang tahunku ke-24. Konyol, aku merasa kalau the younger me lebih bijak daripada aku yang sekarang, hehe. Our life is a gift, we are the gift! Aku tidak akan lagi menyiakan kado ini untuk bergelut dengan ketakutan diri. Di akhir Resonation 2017 adalah saat di mana aku berjanji pada diriku sendiri bahwa, ya, aku berani menjalani the creative life I live!

Seperti yang Sophia bilang dalam  #GIRLBOSS; Don’t grow up, don’t become a bore, and don’t ever let the Man get to you! 

#GIRLBOSS for LIFE! 

Penulis pengidap PMDD, slow writing, devoted to process, because what is life but a long journey around the sun. Ngobrol, yuk! reach me @nyalaterang

Write A Comment