Travel

Jalan Kaki di Ubud, Kunjungi 3 Tempat Ini

Pinterest LinkedIn Tumblr

Kalau ditanya apa hal yang paling aku senangi di dunia ini, jawabannya jalan kaki (dan harus sendiri) Aku senang banget jalan kaki pelan-pelan, tolah-toleh kanan kiri, merasakan lingkungan sekitar. Dulu sepulang kantor, aku sering banget ambil rute-rute baru untuk jalan kaki. Yang paling kuingat, aku pernah jalan kaki dari Kuningan sampai Pejaten Village dalam waktu satu setengah jam. Menembus macetnya Mampang Prapatan dan jalan kaki di pinggir jalan yang nggak ramah. Jalan kaki di pinggir jalan saja aku bisa se-excited itu, apalagi kalau jalan kakinya di tempat yang bagus, seperti di Ubud, Bali, misalnya.

Jalan Kaki di Ubud, Kunjungi 3 Tempat Ini

Selain jalan kaki sepanjang Suweta saat gerimis, banyak sekali lokasi-lokasi di Ubud yang bisa dicapai dengan berjalan kaki. Berikut beberapa tempat yang bisa dilalui kalau kalian lagi jalan kaki di Ubud, Bali. Tempat-tempat ini mungkin sudah pernah kalian kunjungi, tapi percayalah, akan terasa berbeda saat berhasil mencapainya dengan jalan kaki.

1.Pasar Ubud, Bali

Pasar Ubud Bali pic by Fahim Rauyan
Pasar Ubud Bali pic by Fahim Rauyan

Pasar Ubud sepertinya jadi destinasi wajib, ya, jika sedang bertandang ke Ubud. Memang tidak seindah gambar di film Eat, Pray, Love dan mungkin kita sudah capek menawar harga belanjaan. Tapi, pasar basahnya harus banget dikunjungi kalau mau  dapat buah-buahan dan sayur segar dengan harga miring.

2. Puri Agung Ubud, Bali

Puri Agung Krisnakusuma atau Puri Agung Saren  terletak tidak jauh dari Pasar Ubud.  Dahulu, Puri Agung Ubud Krisnakusuma adalah pusat pemerintahan Kerajaan Ubud dan dibangun  kisaran tahun 1800-1823 Masehi oleh Ida Tjokorda Putu Kandel, pimpinan Kerajaan Ubud kala itu.

3. Kakiang Garden Cafe

foodcious_11-11-10-36-15
pic by Foodcious.com

Mungkin kalian sudah pernah icip-icip enaknya cakes yang ada di Kakiang Bakery, nah, sekarang saatnya mencoba makan-makan di Kakiang Garden Cafe. Kakiang Garden Cafe ini homey dan lucu banget interiornya. Makanannya pun enak-enak! mereka menyajikan Western & Indonesian comfort food. Coba cicip Kakiang Chicken Bruschetta atau Nasi Goreng Special Chicken, yum!

Kalau mau mengakses banyak tempat yang bisa dicapai dengan jalan kaki di Ubud, saranku carilah tempat yang accessible. Sekarang, menginap di sekitaran Ubud downtown bisa jadi terlalu riuh, namun kita bisa bergeser sedikit ke pinggir Ubud, seperti daerah Jalan Raya Andong. Di sini, ada Viceroy Bali, sebuah vila butik yang dikelola oleh keluarga. Viceroy Bali menyediakan dua puluh lima private villas yang masing-masing dilengkapi dengan private pool. Setiap vila juga memiliki balkon tinggi yang bisa dipakai untuk menikmati hijaunya Ubud dari ketinggian. Lokasi yang sempurna, mengingat Viceroy Bali terletak di atas sebuah area yang dijuluki Lembah Para Raja oleh penduduk sekitar.

Saat menginap di Viceroy Bali, jangan ragu untuk mencoba berleha-leha di Lembah Spa. Kita bisa santai sambil menikmati pemandangan indah Sungai Petanu di depan mata. Melakukan perawatan tubuh dan relaksasi setelah keliling Ubud sambil berjalan kaki, pasti jadi nikmat sekali! Dapatkan penawaran terbaik menginap di Viceroy Bali via Traveloka. 

 

 

Penulis pengidap PMDD, slow writing, devoted to process, because what is life but a long journey around the sun. Ngobrol, yuk! reach me @nyalaterang

Write A Comment