Natural Beauty

Bio-Oil dan Dedikasi Merawat Kulit

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sudah sebulan ini aku menenggelamkan diri pada halaman-halaman buku Winnie the Pooh karya A.A Milne. Cerita Pooh klasik ini membuatku lebih mengenal karakter Pooh, Piglet, Christopher Robin dan kawan-kawannya. Pooh, si beruang madu yang lucu itu, ternyata mengakui kalau dirinya tidak sepintar Owl dan tidak selincah Piglet. Namun ia menerima dan mengakui dirinya sendiri dengan live the life to the fullest, berdedikasi menjalani hidup sebagai Pooh si beruang madu.

Kisah Pooh ini mengingatkanku pada sebuah kawan lama yang pernah membuatku berdedikasi merawat kulit dan menjadi diri sendiri, Bio-Oil.

Bio-Oil, Kawan Lama yang Kembali

Hampir tiga tahun yang lalu saat aku pertama mengenal Bio-Oil. Waktu itu aku masih sibuk dengan urusan kantor dan harus berada di ruang ber-AC hampir sepuluh jam lamanya. Entah kenapa, walau sudah memakai pelembab dan teman-temannya, kulitku, terutama kulit wajah, selalu kering dan kemerahan. Saking kering dan merahnya, salah seorang teman yang usil berkomentar “Wajahmu kok kayak korban kekerasan rumah tangga!” – sungguh, komentar yang jahat dan tak pantas ditiru. Komentar itu terngiang betul di benakku, bahkan sampai sekarang. Semenjak saat itu aku bersumpah that I’ll find a way to make my skin great again.

Bertemu dengan Bio-Oil di salah satu drugstore menyelamatkan kulit dan perasaanku. Aku mengganti  serum malam dengan Bio-Oil; kuoles tipis-tipis di wajahku yang kering setiap malam sebelum tidur. Besok paginya, walau kemerahannya belum hilang, aku bangun dengan kulit wajah yang lebih lembab. Di kantor, aku juga selalu sempatkan mengoles Bio-Oil sebelum sesi touch-up. Perlahan, kulitku membaik. Bio-Oil membuat kulitku jadi lembab dan setelah sebulan aku memakai Bio-Oil di wajah, kemerahannya berangsur menghilang.

Untuk mempercepat kerja minyak ajaib ini, aku sering memakainya setelah melakukan steam wajah dengan air hangat. Pori-pori wajah yang terbuka akan mempercepat proses penyerapan minyak. Mungkin ini juga yang membuat kemerahan di wajahku signfikan menghilang.

When Life Gives You Bio-Oil, Write a Review!

Kemarin, aku dikirimi satu paket Bio-Oil oleh Female Daily Network. When life gives you oil, write a review. Aku teringat akan si kawan lama yang pernah menyelamatkanku dulu. Kebetulan, kulitku sekarang belum sembuh dari post-holiday break out. Karena kemarin gila-gilaan terpapar matahari, ada bintik-bintik putih di kulit lengan yang belum juga hilang setelah sebulan. Agak bikin malu, sih, karena aku suka banget pakai sleeveless tops.

Bio-Oil, kawan lama yang sekarang ada di hadapanku ini, memang juara dalam soal merawat kulit. Speasialisasinya menyamarkan bekas luka, stretch marks, warna kulit yang tidak merata, merawat tanda penuaan kulit dan mengembalikan kelembaban kulit. Dream team banget!

biooil

Walau pun jago dalam soal perawatan kulit, Bio-Oil jujur dan terbuka soal manfaat yang ia berikan. Produk ini tidak memberikan pernyataan bahwa ia dapat menghilangkan problem kulit seperti yang disebutkan di atas; ia bisa mencegah munculnya stretch marks serta menyamarkan stretch marks/luka pada kulit.

Ini mengingatkanku dengan pentingnya dedikasi, terutama dedikasi merawat kulit. Dari uji klinis yang dilaporkan dalam Bio-Oil Mini Booklet, signifikansi perubahan warna kulit, stretch marks yang tersamar serta bekas luka yang memudar, terjadi dalam enam sampai delapan minggu setelah pemakaian. Bayangkan, enam sampai delapan minggu. Tidak ada hal yang instan dalam perawatan tubuh, bukan? Semuanya butuh proses, dan dalam jangka waktu tersebut yang dibutuhkan adalah dedikasi. Dedikasi dan ketelatenan memakai Bio-Oil ke tubuh.

Pemakaian Bio-Oil yang hanya sesekali atau ‘kalau ingat doang’ tidak akan memberikan hasil yang memadai, tetapi hanya akan memberikan efek sementara yaitu kulit yang lembab. Karena berbahan dasar minyak tumbuhan, sekali oles ke kulit, Bio-Oil langsung meresap sempurna dan tidak meninggalkan efek lengket dan greasy.

Ini yang kusuka dari skincare berbahan dasar minyak tumbuhan; penyerapan ke kulit lebih cepat dari skincare berbahan butter atau cream. Bio-Oil sendiri terbuat dari minyak kalendula, minyak lavender, minyak rosemary dan minyak kamomil. Sebagai pecinta minyak tumbuhan, rentetan minyak yang jadi bahan dasar Bio-Oil ini membuatku bahagia. Bagaimana tidak bahagia, isinya minyak-minyak dewa semua. Dari kalendula sampai kamomil, semua memiliki manfaat yang luar biasa bagi tubuh. Ada satu bahan lagi yang disebut sebagai breakthrough ingredients oleh Bio-Oil, yakni Purcellin Oil. Purcellin Oil adalah rangkaian formulasi minyak yang membuat Bio-Oil lebih cepat terserap ke dalam kulit.

DIY Skincare Recipe : Bio-Oil Night Serum

Bio-Oil juga bisa dijadikan sebagai pengganti single carrier oil. Memakai Bio-Oil yang dicampur essential oil kesukaan, hasilnya pasti memuaskan. Berikut resepnya :

5 tetes Bio-Oil

1 tetes lavender essential oil

1 tetes patchouli essential oil

How to : Campur rata, lalu oleskan ke wajah dan leher setiap malam sebelum tidur

Setiap malam, sebelum tidur. Terdengar seperti sebuah komitmen panjang, ya? Untuk kulit, dedikasi memang diperlukan. Seperti Pooh yang berdedikasi mendampingi teman-temannya dan bangga menjadi Pooh yang baik hati, #LoveYourSkinAndLife with Bio-Oil.

Thank you Female Daily dan Mommies Daily!

Penulis pengidap PMDD, slow writing, devoted to process, because what is life but a long journey around the sun. Ngobrol, yuk! reach me @nyalaterang

Write A Comment