Baby

3 Hal yang Perlu Kamu Pelajari Sebelum Jadi Ibu

Pinterest LinkedIn Tumblr

Bulan ini, sudah satu satu tahun lima bulan aku jadi ibu. Selamat, Kenya, great job! Setahun lebih sudah lewat, masih ada bertahun-tahun ke depan. Baru sebentar menjadi ibu namun banyak banget hal yang berubah. Nyala, si bayi kecil itu, sekarang sudah meninggalkan status bayinya dan sedang menapaki toddlerhood. Aku, si ibu yang suka bingung,  masih tetap bingung walau kadarnya berkurang. Membandingkan diriku sekarang dengan setahun yang lalu, well,  sepertinya aku berevolusi.  Kalau ibaratnya Pokemon, dari Magikarp aku berubah jadi Gyarados.

Looking back to my old self a year ago, all I can do is just smiling. Aku tidak pernah membayangkan akan sampai pada tahap ini; mengetik pengalaman menjadi ibu dengan perasaan membuncah-buncah bahagia. Seperti yang aku pernah bilang pada postingan sebelumnya, kekuatan seorang ibu ada di genggaman tanganku *mengepalkan tangan ke udara penuh semangat*. Sebagai seorang ibu baru (dan muda – ini penting, karena youth is the state of mind) early motherhood itu layaknya naik roller-coaster atau berburu Moby Dick keliling samudera.

Kalau dilihat-lihat, proses menjadi ibu itu sungguh luar biasa. Dari mulai mengalami kehamilan, merasakan proses persalinan, menggendong bayi, menyusui, dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya,  tak berujung. Karena momen menjadi ibu adalah momen yang bisa dibilang life changing, menurutku harus diinvestasikan dengan serius. Walau ada yang bilang bahwa jadi ibu itu adalah pembelajaran tanpa henti, percayalah, ada baiknya belajar atau mencari tahu tentang beberapa hal di bawah ini untuk menghadapi motherhood. It will save your time, tidak berkejaran dengan repotnya mengurus anak, dan juga akan mempermudah pengasuhan anak saat anak sudah lahir.

3 Hal yang Harus Dipelajari Sebelum Menjadi Ibu

1.Belajar Tentang Kehamilan dan Persalinan

Kehamilan itu tidak sesederhana kelihatannya; tidak hanya perut kecil yang seiring membesar dengan berjalannya waktu lalu tahu-tahu bayi kecil mbrojol lahir ke dunia. Sebelum memutuskan untuk hamil, sebaiknya mengumpulkan dulu informasi tentang kehamilan, so you know what to expect . Penting banget untuk mencari tahu seluk beluk kehamilan sedetail mungkin. Jadi masa sebelum kehamilan/saat hamil diisi dengan belajar, membandingkan, mencari tahu, sampai bisa menjalani kehamilan yang sehat dan bahagia. Hamil tidak semata  euphoria memajang foto hasil USG di media sosial, heboh belanja keperluan bayi atau semata memenuhi social convention supaya mendapat cap normal. Percayalah, persiapan kehamilan dan kelahiran bayi harus disiapkan sama seriusnya ketika kamu merencanakan pesta pernikahan.

2.Belajar Tentang Proses Menyusui

Jangan dikira ketika bayi lahir otomatis ibu bisa langsung jago menyusui. Menyusui memang natural, semua ibu bisa menyusui, namun bukan berarti bisa dilakukan tanpa persiapan. Paling tidak, saat hamil calon ibu dan ayah bisa membaca buku tentang seluk beluk pemberian asi. Lebih baik lagi jika bisa mengikuti kelas laktasi. Ingat selalu bahwa asi adalah hak anak. Selamatkan dirimu dari drama-rama pemberian asi dengan belajar mengenai proses menyusui sebelum waktu menyusui tiba.

3.Belajar Tentang Metode Pendidikan Anak

Ini adalah poin yang paling krusial. Pendidikan anak tidak melulu soal ke mana anak akan disekolahkan. Pendidikan anak dimulai dari keluarga. Bagaimana kamu ingin mendidik anakmu? Metode apa yang akan kamu gunakan? pendekatan apa yang sesuai dengan nilai dan prinsip keluarga? apa goal pengasuhan yang kamu terapkan? Semuanya harus dipertanyakan dan dinegoisasikan sebelum akhirnya diputuskan.

Bagaimana menurut kamu? Setuju atau tidak? atau punya poin lain? please do comment below!

 

Penulis pengidap PMDD, slow writing, devoted to process, because what is life but a long journey around the sun. Ngobrol, yuk! reach me @nyalaterang

Write A Comment